Minggu, 13 Maret 2011

Bab 1 Sistem Ekonomi Indonesia


BAB 1
SISTEM EKONOMI INDONESIA

1. Pengertian-Pengertian Sistem Indonesia

Menurut Dumairy (1996) : 
Sistem ekonomi adalah suatu sistem yang mengatur serta   
Menjalin hubungan ekonomi  antarmanusia dengan 
 seperangkat kelembagaan dalam suatu tatanan kehidupan.

Menurut Sanusi (2000)     :
sistem ekonomi merupakan suatu organisasi yang terdiri atas Sejumlah lembaga atau pranata (ekonomi, social-politik,ide-Ide) yang saling mempengaruhi satu dengan yang lainnya Yang ditujukan ke arah pemecahan problem-problem, Produksi-distribusi konsumsi yang merupakan problem dasar Setiap perekonomian.

2. Sistem-Sistem Ekonomi dan politik

Menurut Sanusi (2000), perbedaan anatar system ekonomi satu dengan yang lainnya terlihat dari cirri-cirinya, yaitu :
·         Kebebasan konsumen dalam memilih barang atau jasa yang dibutuhkan
·         Kebebasan masyarakat memilih lapangan kerja.
·         Pengaturan pemilihan/pemakaian alat-alat produksi
·         Pemilihan usaha yang dimanifestasikan dalam tanggung jawab manajer
·         Pengaturan atas keuntungan usaha yang diperoleh.
Benang merah hubungan sistem ekonomi dan sistem politik
KUTUB A    KONTEKS    KUTUB Z
Liberalisme    Ideoligi politik    Komunisme (menghapus hak perorangan)
Demokrasi    Rejim pemerintahan    Otokrasi  atau otoriter (kekuasaan tak terbatas)
Egaliterisme (Berderajad sama)    Penyelenggaraan kenegaraan    Etatitsme (Lebih mementingkan negara)
Desentralisme     Struktur birokrasi    Sentralisme
Kapitalisme    Ideologi ekonomi    Sosialisme
Mekanisme pasar    Pengelolaan ekonomi    Perencanaan terpusat
Perbedaan sistem ekonomi suatu negara dapat ditinjau dari beberapa sudut:
Sistem kepemilikan sumber daya atau faktor-faktor produksi
Keleluasaan masyarakat untuk berkompetisi dan menerima imbalan atas prestasi kerja
Kadar peranan pemerintah dalam mengatur, mengarahkan dan merencanakan kehidupan bisnis dan perekonomian pada umumnya

3. Sistem Ekonomi Kapitalis

Menurut Sanusi  : sistem ekonomi kapitalis adalah suatu system ekonomi dimana   kekayaan yang produktif terutama dimiliki secara pribadi dan produksi terutama dilakukan untuk dijual.

Ada enam (6) asas yang dapat dilihat sebagai cirri dari sistem ekonomi kapitalis, yakni sebagai berikut :
·         Hak milik pribadi
·         Kebebasan berusaha dan kebebasan memilih
·         Motif kepentingan diri sendiri
·         Persaingan
·         Harga ditentukan oleh mekanisme pasar
·         Peranan terbatas pemerintah

4. Sistem Ekonomi Sosialis

Seperti yang dijelaskan di Dumairy (1996), system ekonomi sosialis adalah kebalikan dari system ekonomi kapitalis. Bagi kalangan sosialis, pasar justru harus dikendalikan melalui perencanaan terpusat.
Menurut Mubyarto (2000), berdasarkan pengalaman di Jerman, ada enam criteria system ekonomi sosialisme democrat atau sistem ekonomi pasar, yaitu :
·         Ada kebebasan individu dan sekaligus kebijaksanaan perlindungan usaha. Persaingan di antara perusahaan-perusahaan kecil maupun menengah harus dikembangkan.
·         Prinsip-prinsip kemerataan social menjadi tekat warga masyarakat.
·         Kebijaksanaan siklus bisnis dan kaitannya dengan pertumbuhan ekonomi.
·         Kebijaksanaan pertumbuhan menciptakan kerangka hokum dan prasarana (sosial) yang terkait dengan pembangunan ekonomi.
·         Kebijaksanaan struktural
·         Konformitas pasar dan persaingan.

5. Sistem Ekonomi Campuran

Sanusi (2000) menjelaskan system ekonomi campuran sebagai berikut.
Dalam sistem ekonomi campuran di mana kekuasaan serta kebebasan berjalan secara bersamaan walau dalam kadar yang berbeda-beda.

6. Sistem Ekonomi Indonesia

Dumairy (1996) menegaskan sebagai berikut. Ditinjau berdasarkan sistem pemilikan sumber daya ekonomi atau faktor-faktor produksi, tak terdapat alasan untuk menyatakan bahwa sistem ekonomi kita adalah kapitalis. Sama halnya, tak pula cukup argumentasi untuk mengatakan bahwa kita menganut system ekonomi sosialis. Indonesia mengakui pemilikan individual atas faktor-faktor produksi, kecuali untuk sumber daya- sumber daya yang menguasai hajat hidup orang banyak, dikuasai oleh Negara. Hal ini diatur tegas oleh pasal 33 UUD1945. Jadi, secara kontitusional, sistem ekonomi Indonesia bukan kapitalisme dan bukan pula sosialisme.

Sanusi (2000) menegaskan sebagai berikut. System ekonomi Indonesia yang termasuk system ekonomi campuran itu disesuaikan terutama dengan UUD 1945. Sebelum diamandemen tahun 2000 yakni system ekonomi pancasila dan ekonomi dengan menitikberatkan pada koperasi terutama pada masa orde lama sebelum tahun 1996 dan hingga kini masih berkembang. Dalam masa pemerintahan Indonesia baru (1999) setelah berjalannya masa reformasi muncul pula istilah ekonomi kerakyatan. Tetapi ini pun belum banyak dikenal karena hingga kini yang masih banyak dikenal masyarakat adalah system ekonomi campuran, yakni system ekonomi pancasila, disamping ekonomi yang menitikberatkan kepada peran koperasi dalam perekonomian Indonesia.

7. Persaingan terkendali

Untuk mengetahui sistem ekonomi yang dianut oleh suatu negara, maka perlu dianalisis kandungan faktor-faktor tersebut diatas.
Sistem ekonomi Indonesia (sistem persaingan terkendali);
Bukan kapitalis dan bukan sosialis. Indoensia mengakui kepemilikan individu terhadap sumber ekonomi, kecuali sumber ekonomi yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara sesuai dengan UUD 45.
Pengakuan terhadap kompetisi antar individu dalam meningkatkan taraf hidup dan antar badan usaha untuk mencari keuntungan, tapi pemerintah juga mengatur bidang pendidikan, ketenagakerjaan, persaingan, dan membuka prioritas usaha.
Pengakuan terhadap penerimaan imbalan oleh individu  atas prestasi kerja dan badan usaha dalam mencari keuntungan. Pemerintah mengatur upah kerja minimum dan hukum perburuhan.
Pengelolaan ekonomi tidak sepenuhnya percaya kepada pasar. Pemerintah juga bermain dalam perekonomian melalui BUMN dan BUMD serta departemen teknis untuk membantu meningkatkan kemampuan wirausahawan (UKM) dan membantu permodalan.
Kadar Kapitalisme dan Sosialisme
Unsur kapitalisme dan sosialisme yang ada dalam sistem ekonomi Indonesia dapat dilihat dari sudut berikut ini:
(a) Pendekatan faktual struktural yakni menelaah peranan pemerintah dalam perekonomian
Pendekatan untuk mengukur kadar campur tangan pemerintah menggunakan kesamaan Agregat Keynesian.
Y = C + I + G + (X-M)
Y adalah pendatan nasional.
Berdasarkan humus tersebut dapat dilihat peranan pemerintah melalui variable G (pengeluaran pemerintah) dan I (investasi yang dilakukan oleh pemerintah) serta (X-M) yang dilakukan oleh pemerintah.
    Pengukuran kadar pemerintah juga dapat dilihat dari peranan pemerintah secara sektoral terutama dalam pengaturan bisnis dan penentuan harga. Pemerintah hampir mengatur bisnis dan harga untuk setiap sector usaha.
    (b) Pendekatan sejarah yakni menelusuri pengorganisasian perekonomian Indoensia dari waktu ke waktu.
          Berdasarkan sejarah, Indonesia dalam pengeloaan ekonomi tidak pernah terlalu berat kepada kapitalisme atau sosialisme.
  Percobaan  untuk mengikuti sistem kapitalis yang dilakukan oleh berbagai kabinet menghasilkan keterpurukan ekonomi hinggá akhir tahun 1959.
 Percobaan  untuk mengikuti sistem sosialis yang dilakukan oleh Presiden I menghasilkan keterpurukan ekonomi hiinggá akhir tahun 1965.


Referensi :
Tulus Tambunan,perekonomian Indonesia:beberapa masalah penting:Jakarta, Ghalia Indonesia,2003
http://ratnadedew21.blogspot.com/2011/03/tugas-perekonomian-indonesia-bab-1.html

NAMA         : IKA WIJIASTUTI
NPM            : 23210409
KELAS         : 1EB17



Minggu, 10 Oktober 2010

Lingkungan Perusahaan

PENGARUH LINGKUNGAN TERHADAP PERUSAHAAN

Kondisi bisnis banyak berpengaruh pada kehidupan kita. Oleh karena itu perusahaan-perusahaan mempunyai beberapa tanggung jawab pada kehidupan dan kesejahteraan manusia.
 Pengertian Lingkungan Perusahaan
Lingkungan perusahaan dapat diartikan sebagai keseluruhan dari faktor-faktor ekstern yang mempengaruhi perusahaan baik organisasi maupun kegiatannya. Sedangkan arti lingkungan secara luas mencakup semua faktor ekstern yang mempengaruhi individu, perusahaan, dan masyarakat.
 Perusahaan dalam Masyarakat yang Pluralistik
Masyarakat sekarang mempunyai pengaruh yang kuat dan bermacam-macam, dan berbagai kelompok yang ada dimotivasi oleh minatnya sendiri. Perusahaan sangat bergantung pada masyarakat untuk membeli barang dan jasa yang ditawarkan, dan sikap masyarakat terhadap perusahaan sangat berpengaruh pada cara kegiatan serta pelayanan perusahaan tersebut.
 Kesan Negatif Tentang Perusahaan
Dari pemberitaan pers yang dapat kita ikuti, banyak masalah yang menciptakan kesan negatif tentang perusahaan, antara lain menyangkut penyelewengan pajak, penyelundupan barang, penyogokan kepada pejabat pemerintah,kebocoran pabrik yang berbahaya, dan sebagainya.
 Usaha-usaha untuk Memperbaiki Kesan Negatif
Untuk memperbaiki adanya kesan-kesan negatif dari masyarakat terhadap perusahaan, tentunya perusahaan harus tidak menciptakan masalah-masatah yang negatif serta perlu melaksanakan kegiatan hubungan masyarakat (humas) yang efektif.

 Lingkungan Fisik, Energi dan Konservasi
Dari masalah-masalah ekonomi dan sosial, salah satu masalah yang sangat sulit diatasi dan memerlukan biaya besar adalah yang berkaitan dengan lingkungan fisik.
• Ekologi
Ekologi adalah suatu ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dengan lingkungannya. Kualitas lingkungan kita sudah semakin menurun. Hal ini terutama disebabkan oleh kombinasi dari tiga faktor :
1. Semakin meningkatnya konsentrasi penduduk
2. Perkembangan teknologi baru
3. Semakin meningkatnya kemakmuran ekonomi.

• Macam-macam Polusi
Polusi merupakan pengrusakan lingkungan alam di mana kita hidup dan bekerja. Air dan udara yang sebelumnya bersih, sekarang telah tercemar. Masing-masing jenis polusi berikut ini menjadi ancaman bagi lingkungan yang sehat.
Pencemaran Udara
Rata-rata orang menghirup udara sebanyak 35 pon per hari. Jumlah ini merupakan enam kali dari jumlah makanan dan minuman yang dikon-sumsi secara normal. Dalam tahun 1983 di Amerika Serikat terdapat 200 juta ton sampah udara dilepas secara bebas. Lebih dari 50% polusi tersebut berasal dari mesin kendaraan bermotor, 22% berasal dari pusat-pusat tenaga listrik, dan kira-kira 15% berasal dari pabrik-pabrik pengolahan. Polusi udara ini menimbulkan dampak negatif yang biasanya dikaitkan dengan penyakit jantung dan pernapasan.
Pencemaran Air
Cukup banyak kasus pencemaran air di Indonesia yang berasal dari berbagai macam sumber, seperti lingkungan industri, permukiman, dan lingkungan pertanian. Penggunaan pupuk yang mempunyai kandungan nitrat cukup besar dapat menyebabkan polusi air baik di permukaan maupun di bawah tanah.
Pencemaran Sampah A wet
Di daerah perkotaan yang semakin padat penduduknya akan semakin sulit manajemen pembuangan sampahnya. Jika sampah dibakar, pencemaran udara.yang timbul sangat mengganggu lingkungan.
Sering sampah awet, seperti kaleng bekas, bptol, karet dan plastik, sulit mendapatkan pembuangan; ditahampun tidak lekas larut dalam tanah. Namun demikian masih ada pihak-pihak yang ternyata sangat membantu dalam mengurangi polusi sampah awet, yaitu para gelan-dangan pencari kaleng, botol, dan sebagainya yang mendapatkan hasil dengan menjualnya ke pabrik-pabrik pengolahan.
 Energi dan Konservasi
Di Indonesia sumber energi minyak bumi sudah lama digunakan di samping batu bara dan air. Kemudian muncul penggunaan gas alam yang juga dihasilkan di dalam negeri; dan akhir-akhir ini sudah mulai dikembangkan penggunaan sumber energi matahari serta kemungkinan penggu¬naan tenaga nuklir.

LINGKUNGAN PEREKONOMIAN DAN PERPAJAKAN
• Alasan-alasan bagi Meningkafnya Pengeluaran Pemerintah
Pemerintah membiayai pengeluarannya dari hasil pemungutan paiak. Alasan-alasan bagi Pemerintah untuk menaikkan pajak adalah unluk membiayai pengeluaran yang semakin meningkat.
• Penerimaan dan Pengeluaran Pemerintah
Apabila pengeluaran Pemerintah lebih besar dari penghasilannya, maka akan terjadi defisit. Untuk menutup defisit ini dapatlah dilakukan peminjaman kepada bank-bank.
Ada beberapa macam pajak yang dikenakan oleh Pemerintah, antara lain :
a. Pajak Tidak Langsung
Pajak tidak langsung dapat dikenakan atas barang-barang seperti rokok, tembakau, minuman keras dan sebagainya, yang dibayar oleh importir, produsen dan pedagang besar. Besarnya pajak ini ditambahkan pada harga barang tersebut pada saat dijual kepada masyarakat. Pajak tersebut dinamakan pajak penjualan (PPn).
b. Pajak Langsung
Pajak kekayaan adalah termasuk pajak langsung karena langsung dikenakan atau dipungut pada permbayar pajak. Macam pajak lain yang dapat digolongkan sebagai pajak langsung ini adalah pajak pendapatan (PPd), pajak perseroan (PPs) dan pajak dividen.
Secara keseluruhan penerimaan Pemerintah dapat diperoleh dari :
• Penerimaan dalam negeri, meliputi : pajak langsung, pajak tidak lang¬sung, penerimaan minyak dan penerimaan bukan pajak.
• Penerimaan pembangunan, meliputi : bantuan program dan bantuan proyek.
• Pengeluaran rulin, antara lain berupa : belanja pegawai, belanja barang, subsidi daerah otonom.
• Pengeluaran pembangunan
Usaha-usaha meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pem-bangunan nasional dilakukan dengan melaksanakan pembangunan sektoral maupun pembangunan regional.
• Hukum Publik
Hukum publik ini mengatur masalah-masalah yang menyangkut kepentingan dan keamanan umum.

• Hukum Privat
Hukum privat merupakan hukum yang mengatur tentang hal-hal yang berhubungan dengan kepentingan seseorang dan kelompok-kelompok dalam masyarakat. Termasuk ke dalam hukum privat adalah hukum perdata dan hukum dagang.

LINGKUNGAN PEMERINTAH
Hubungan antara perusahaan dan pemerintah telah berkembang dari usaha-usaha untuk menggali dan menggunakan sumber-sumber ekonomi, yang ditujukan untuk menciptakan kondisi perekonomian yang sehat. Hubungan ini menimbulkan berbagai macam kelompok kegiatan usaha dan akan berpengaruh terhadap perubahan sumber-sumber yang harus digunakan. Pemerintah telah banyak membantu kegiatan usaha dalam berbagai bentuk, antara lain perlindungan terhadap kekayaan dan hak paten, serta pengadaan kontrak-kontrak.

Perhatian Pemerintah terhadap Kegiatan Usaha
Pemerintah telah memberikan bantuan dalam kehidupan perusahaan terutama berupa perlindungan atas kekayaan; pengadaan kontrak dan pemberian paten.

a. Bantuan di Bidang Transportasi
Tidak sedikit bantuan Pemerintah di bidang transportasi. Hampir di setiap sektor pengangkutan, Pemerintah banyak memegang peranan.
b. Bantuan pada Perusahaan-perusahaan Kecil
Bantuan kepada perusahaan-perusahaan kecil dapat digolongkan ke dalam tiga golongan, yaitu :
• Bantuan finansial;
• bantuan pemberian kontrak; serta
• bantuan teknik dan manajemen.
c. Bantuan di Bidang Komunikasi
Bidang komunikasi yang meliputi kegiatan-kegiatan siaran radio, televisi, telepon dan sebagainya hampir seluruhnya dikuasai dan diatur oleh pemerintah.

LINGKUNGAN INTERNASIONAL
Lingkungan internasional ini merupakan suatu konsep keseluruhan yang luas meliputi kegiatan dan masalah perekonomian dunia. Keadaan perekonomian nasional menjadi saling terpengaruh dan saling tergantung pada masalah-masalah internasional. Krisis energi yang terjadi sesudah tahun 1973 menyebabkan beberapa negara pengimpor minyak mengalami kesulitan. Kegiatan industrinya mengalami surut karena kekurangan minyak.
• Neraca Pembavaran Internasional
Keadaan perekonomian internasional beberapa negara ditunjukkan daiam neraca pembayarannya. Neraca pembayaran ini menggambarkan transaksi-transaksi internasional, yaitu jumlah utang negara X kepada negara Y dan jumlah utang dari negara Y kepada negara X.
• Perusahaan-perusahaan Multinasional (Multinational Corporation)
Perusahaan-perusahaan Multinasional kebanyakan berasal dari negara-negara Eropa, Amerika dan Jepang. Pasar yang dikuasainya meliputi beberapa negara selain negaranya sendiri. Misalnya, perusahaan mobil Volkswagen /VW dari Jerman Barat, sekarang menjual 67% hasil produksinya di luar Jerman.

• Kegiatan-kegiatan Multinational
Perusahaan-perusahaan Multinasional bertujuan memasarkan barang hasil produksinya tidak hanya ke satu negara saja, tetapi juga ke negara-negara lain. Kemudian mendirikan perusahaan perakitan/assembling di negara kedua untuk melayani kebutuhannya di samping negara ketiga yang ada di sekitarnya.
 Ciri-ciri Perusahaan Multinasional
PBB dalam laporan tahunan 1973 mendefinisikan perusahaan multinasional sebagai suatu perusahaan yang kegiatan pokoknya meliputi usaha-usaha pengolahan/manufaktur ata pemberian jasa dalam sedikitnya dua Negara.
 Kebaikan dan Keburukan Perusahaan Multinasioal
Berikut ini diuraikan kebaikan-kebaikan dan keburukan didirikannya Perusahaan Multinasional bagi Negara pengundang,terutama Negara sedang berkembang.

a.Kebaikan Perusahaan Multinasional :
 Menambah devisa Negara melalui penanaman modal di bidang ekspor.
 Mengurangi kebutuhan devisa untuk impor di sector industry.
 Menambah pendapat Negara berupa pajak-pajak dan royality dari perusahaan-perusahaan tersebut.

b.Keburukan Perusahaan Multinasional :
 Makin banyaknya Perusahaan Multinasional yang didirikan dapat mempengaruhi kekuasaan ekonomi Negara .Tetapi jika tidak jumlahna sedikit, maka arti kuantitatifnya tidak banyak .
 Perusahaan-Perusahaan Multinasional tersebut memperoleh hasil berupa :
- Keuntungan yang akan dialihkan ke luar negeri kepada pemegang sahamnya.
- Penyusutan/depresiasi, dalam praktek sering digunakan untuk menyembunyikan keuntungan-keuntungan agar tidak terkena pajak .
 Lembaga-lembaga yang membantu perdagangan internasional
a. Export and import commission house
b. Merchant exporters and importes
c. Manufacturer’s export agents
d. Export and import brokers
 Perkembangan impor dan ekspor Indonesia
Setiap tahun sejak 1969 keadaan ekspor Indonesia secara keseluruhan mengalami perkembangan yang positif dalam nilai dollar. Tetapi mulai perioda 1981/1982 keadaan ekspor ini mulai mengalami fluktuasi .
Impor yang di lakukan oleh Indonesia selama ini melipiti tiga macam golongan , yakni :
a. Barang konsumsi : beras, tepung terigu,dll
b. Bahan baku dan penolong : cengkeh, bahan kimia,dll
c. Barang modal : mesin-mesin, generator listrik,dll

Lingkungan Perusahaan


PENGARUH LINGKUNGAN TERHADAP PERUSAHAAN

Kondisi bisnis banyak berpengaruh pada kehidupan kita. Oleh karena itu perusahaan-perusahaan mempunyai beberapa tanggung jawab pada kehidupan dan kesejahteraan manusia.
§  Pengertian Lingkungan Perusahaan
Lingkungan perusahaan dapat diartikan sebagai keseluruhan dari faktor-faktor ekstern yang mempengaruhi perusahaan baik organisasi maupun kegiatannya. Sedangkan arti lingkungan secara luas mencakup semua faktor ekstern yang mempengaruhi individu, perusahaan, dan masyarakat.
§  Perusahaan dalam Masyarakat yang Pluralistik
Masyarakat sekarang mempunyai pengaruh yang kuat dan bermacam-macam, dan berbagai kelompok yang ada dimotivasi oleh minatnya sendiri. Perusahaan sangat bergantung pada masyarakat untuk membeli barang dan jasa yang ditawarkan, dan sikap masyarakat terhadap perusahaan sangat berpengaruh pada cara kegiatan serta pelayanan perusahaan tersebut.
§  Kesan Negatif Tentang Perusahaan
Dari pemberitaan pers yang dapat kita ikuti, banyak masalah yang menciptakan kesan negatif tentang perusahaan, antara lain menyangkut penyelewengan pajak, penyelundupan barang, penyogokan kepada pejabat pemerintah,kebocoran pabrik yang berbahaya, dan sebagainya.
§  Usaha-usaha untuk Memperbaiki Kesan Negatif
Untuk memperbaiki adanya kesan-kesan negatif dari masyarakat terhadap perusahaan, tentunya perusahaan harus tidak menciptakan masalah-masatah yang negatif serta perlu melaksanakan kegiatan hubungan masyarakat (humas) yang efektif.

v  Lingkungan Fisik, Energi dan Konservasi
Dari masalah-masalah ekonomi dan sosial, salah satu masalah yang sangat sulit diatasi dan memerlukan biaya besar adalah yang berkaitan dengan lingkungan fisik.
·         Ekologi
Ekologi adalah suatu ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dengan lingkungannya. Kualitas lingkungan kita sudah semakin menurun. Hal ini terutama disebabkan oleh kombinasi dari tiga faktor :
1.      Semakin meningkatnya konsentrasi penduduk
2.      Perkembangan teknologi baru
3.      Semakin meningkatnya kemakmuran ekonomi.

·         Macam-macam Polusi
Polusi merupakan pengrusakan lingkungan alam di mana kita hidup dan bekerja. Air dan udara yang sebelumnya bersih, sekarang telah tercemar. Masing-masing jenis polusi berikut ini menjadi ancaman bagi lingkungan yang sehat.
Pencemaran Udara
Rata-rata orang menghirup udara sebanyak 35 pon per hari. Jumlah ini merupakan enam kali dari jumlah makanan dan minuman yang dikon-sumsi secara normal. Dalam tahun 1983 di Amerika Serikat terdapat 200 juta ton sampah udara dilepas secara bebas. Lebih dari 50% polusi tersebut berasal dari mesin kendaraan bermotor, 22% berasal dari pusat-pusat tenaga listrik, dan kira-kira 15% berasal dari pabrik-pabrik pengolahan. Polusi udara ini menimbulkan dampak negatif yang biasanya dikaitkan dengan penyakit jantung dan pernapasan.
Pencemaran Air
Cukup banyak kasus pencemaran air di Indonesia yang berasal dari berbagai macam sumber, seperti lingkungan industri, permukiman, dan lingkungan pertanian. Penggunaan pupuk yang mempunyai kandungan nitrat cukup besar dapat menyebabkan polusi air baik di permukaan maupun di bawah tanah.
Pencemaran Sampah A wet
Di daerah perkotaan yang semakin padat penduduknya akan semakin sulit manajemen pembuangan sampahnya. Jika sampah dibakar, pencemaran udara.yang timbul sangat mengganggu lingkungan.
Sering sampah awet, seperti kaleng bekas, bptol, karet dan plastik, sulit mendapatkan pembuangan; ditahampun tidak lekas larut dalam tanah. Namun demikian masih ada pihak-pihak yang ternyata sangat membantu dalam mengurangi polusi sampah awet, yaitu para gelan-dangan pencari kaleng, botol, dan sebagainya yang mendapatkan hasil dengan menjualnya ke pabrik-pabrik pengolahan.
§  Energi dan Konservasi
Di Indonesia sumber energi minyak bumi sudah lama digunakan di samping batu bara dan air. Kemudian muncul penggunaan gas alam yang juga dihasilkan di dalam negeri; dan akhir-akhir ini sudah mulai dikembangkan penggunaan sumber energi matahari serta kemungkinan penggu­naan tenaga nuklir.

LINGKUNGAN PEREKONOMIAN DAN PERPAJAKAN
·         Alasan-alasan bagi Meningkafnya Pengeluaran Pemerintah
Pemerintah membiayai pengeluarannya dari hasil pemungutan paiak. Alasan-alasan bagi Pemerintah untuk menaikkan pajak adalah unluk membiayai pengeluaran yang semakin meningkat.
·         Penerimaan dan Pengeluaran Pemerintah
Apabila pengeluaran Pemerintah lebih besar dari penghasilannya, maka akan terjadi defisit. Untuk menutup defisit ini dapatlah dilakukan peminjaman kepada bank-bank.
Ada beberapa macam pajak yang dikenakan oleh Pemerintah, antara lain :
a.      Pajak Tidak Langsung
Pajak tidak langsung dapat dikenakan atas barang-barang seperti rokok, tembakau, minuman keras dan sebagainya, yang dibayar oleh importir, produsen dan pedagang besar. Besarnya pajak ini ditambahkan pada harga barang tersebut pada saat dijual  kepada masyarakat. Pajak tersebut dinamakan pajak penjualan (PPn).
b.      Pajak Langsung
Pajak kekayaan adalah termasuk pajak langsung karena langsung dikenakan atau dipungut pada permbayar pajak. Macam pajak lain yang dapat digolongkan sebagai pajak langsung ini adalah pajak pendapatan (PPd), pajak perseroan (PPs) dan pajak dividen.
Secara keseluruhan penerimaan Pemerintah dapat diperoleh dari :
·         Penerimaan dalam negeri, meliputi      : pajak langsung, pajak tidak lang­sung, penerimaan minyak dan penerimaan bukan pajak.
·         Penerimaan pembangunan, meliputi      : bantuan program dan bantuan proyek.
·         Pengeluaran rulin, antara lain berupa : belanja pegawai, belanja barang, subsidi daerah otonom.
·          Pengeluaran pembangunan
Usaha-usaha meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pem-bangunan nasional dilakukan dengan melaksanakan pembangunan sektoral maupun pembangunan regional.
·         Hukum Publik  
Hukum publik ini mengatur masalah-masalah yang menyangkut kepentingan dan keamanan umum.

·         Hukum Privat
Hukum privat merupakan hukum yang mengatur tentang hal-hal yang berhubungan dengan kepentingan seseorang dan kelompok-kelompok dalam masyarakat. Termasuk ke dalam hukum privat adalah hukum perdata dan hukum dagang.

LINGKUNGAN PEMERINTAH
Hubungan antara perusahaan dan pemerintah telah berkembang dari usaha-usaha untuk menggali dan menggunakan sumber-sumber ekonomi, yang ditujukan untuk menciptakan kondisi perekonomian yang sehat. Hubungan ini menimbulkan berbagai macam kelompok kegiatan usaha dan akan berpengaruh terhadap perubahan sumber-sumber yang harus digunakan. Pemerintah telah banyak membantu kegiatan usaha dalam berbagai bentuk, antara lain perlindungan terhadap kekayaan dan hak paten, serta pengadaan kontrak-kontrak.

Perhatian Pemerintah terhadap Kegiatan Usaha
Pemerintah telah memberikan bantuan dalam kehidupan perusahaan terutama berupa perlindungan atas kekayaan; pengadaan kontrak dan pemberian paten.

a.      Bantuan di Bidang Transportasi
Tidak sedikit bantuan Pemerintah di bidang transportasi. Hampir di setiap sektor pengangkutan, Pemerintah banyak memegang peranan.
b.      Bantuan pada Perusahaan-perusahaan Kecil
Bantuan kepada perusahaan-perusahaan kecil dapat digolongkan ke dalam tiga golongan, yaitu :
·         Bantuan finansial;
·         bantuan pemberian kontrak; serta
·         bantuan teknik dan manajemen.
c.       Bantuan di Bidang Komunikasi
Bidang komunikasi yang meliputi kegiatan-kegiatan siaran radio, televisi, telepon dan sebagainya hampir seluruhnya dikuasai dan diatur oleh pemerintah.

LINGKUNGAN INTERNASIONAL
Lingkungan internasional ini merupakan suatu konsep keseluruhan yang luas meliputi kegiatan dan masalah perekonomian dunia. Keadaan perekonomian nasional menjadi saling terpengaruh dan saling tergantung pada masalah-masalah internasional. Krisis energi yang terjadi sesudah tahun 1973 menyebabkan beberapa negara pengimpor minyak mengalami kesulitan. Kegiatan industrinya mengalami surut karena kekurangan minyak.
·         Neraca Pembavaran Internasional
Keadaan perekonomian internasional beberapa negara ditunjukkan daiam neraca pembayarannya. Neraca pembayaran ini menggambarkan transaksi-transaksi internasional, yaitu jumlah utang negara X kepada negara Y dan jumlah utang dari negara Y kepada negara X.
·         Perusahaan-perusahaan Multinasional (Multinational Corporation)
Perusahaan-perusahaan Multinasional kebanyakan berasal dari negara-negara Eropa, Amerika dan Jepang. Pasar yang dikuasainya meliputi beberapa negara selain negaranya sendiri. Misalnya, perusahaan mobil Volkswagen /VW dari Jerman Barat, sekarang menjual 67% hasil produksinya di luar Jerman.

·         Kegiatan-kegiatan Multinational
Perusahaan-perusahaan Multinasional bertujuan memasarkan barang hasil produksinya tidak hanya ke satu negara saja, tetapi juga ke negara-negara lain. Kemudian mendirikan perusahaan perakitan/assembling di negara kedua untuk melayani kebutuhannya di samping negara ketiga yang ada di sekitarnya.
§  Ciri-ciri Perusahaan Multinasional
PBB dalam laporan tahunan 1973 mendefinisikan perusahaan multinasional sebagai suatu perusahaan yang kegiatan pokoknya meliputi usaha-usaha pengolahan/manufaktur ata pemberian jasa dalam sedikitnya dua Negara.
§  Kebaikan dan Keburukan Perusahaan Multinasioal
Berikut ini diuraikan kebaikan-kebaikan dan keburukan didirikannya Perusahaan Multinasional bagi Negara pengundang,terutama Negara sedang berkembang.

a.Kebaikan Perusahaan Multinasional :
§  Menambah devisa Negara melalui penanaman modal di bidang ekspor.
§  Mengurangi kebutuhan devisa untuk impor di sector industry.
§  Menambah pendapat Negara berupa pajak-pajak dan royality dari perusahaan-perusahaan tersebut.

b.Keburukan Perusahaan Multinasional :
§  Makin banyaknya Perusahaan Multinasional yang didirikan dapat mempengaruhi kekuasaan ekonomi Negara .Tetapi jika tidak jumlahna sedikit, maka arti kuantitatifnya tidak banyak .
§  Perusahaan-Perusahaan Multinasional tersebut memperoleh hasil berupa :
-          Keuntungan yang akan dialihkan ke luar negeri kepada pemegang sahamnya.
-          Penyusutan/depresiasi, dalam praktek sering digunakan untuk menyembunyikan keuntungan-keuntungan agar tidak terkena pajak .
§  Lembaga-lembaga yang membantu perdagangan internasional
a.       Export  and  import commission house
b.      Merchant exporters and importes
c.       Manufacturer’s export agents
d.      Export and import brokers
§  Perkembangan impor dan ekspor Indonesia
Setiap tahun sejak 1969 keadaan ekspor Indonesia secara keseluruhan mengalami perkembangan yang positif dalam nilai dollar. Tetapi mulai perioda 1981/1982 keadaan ekspor ini mulai mengalami fluktuasi .
Impor yang di lakukan oleh Indonesia selama ini melipiti tiga macam golongan , yakni :
a.       Barang konsumsi : beras, tepung terigu,dll
b.      Bahan baku dan penolong : cengkeh, bahan kimia,dll
c.       Barang modal : mesin-mesin, generator listrik,dll